Translate

Buku Dokumentasi Motif Batik Tulis Lasem

(foto : Instagram)

Buku yang mendokumentasikan motif Batik tulis berjudul "Memadukan Keberagaman; Dokumentasi Motif Modifikasi Batik Tulis Lasem" mendapat sambutan yang hangat dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno. 

Sandiaga mengatakan, penulisan buku ini merupakan bagian dari upaya perlindungan dan pelestarian Batik tulis Lasem lewat dokumentasi dan inventarisasi. 
Melalui buku ini, Sandiaga berharap akan terdapat bukti tercatat tentang keberadaan motif-motif batik tulis Lasem. 

"Yang dimaksud melindungi adalah untuk menjaga agar motif-motif modifikasi sebagai kekayaan intelektual seniman perajin, daerah dan nasional ini tidak diklaim atau digunakan secara sembarangan oleh pihak-pihak di luar Lasem bahkan di luar Indonesia", ungkap Sandiaga dalam siaran pers nya, Rabu (4/8). 

"Sedangkan yang dimaksudkan dengan pelestarian, keberadaan motif-motif modifikasi tersebut tetap dapat dijejak meskipun kain batik telah dikoleksi perseorangan, rusak maupun hilang. Dengan keberadaan jejak tersebut, proses untuk menghadirkan kembali (reproduksi) motif tersebut dapat dilakukan", tambah Sandiaga. 

Sandiaga pun berharap, pendokumentasian batik tulis ini akan bermanfaat bagi para ahli, akademisi, pecinta maupun masyarakat umum termasuk generasi muda dan pelajar untuk dapat menimba pengetahuan atas khazanah seni dan kebudayaan tekstil Indonesia, khususnya batik tulis Lasem. 

"Pendistribusian buku-buku hasil dokumentasi nantinya akan difokuskan ke perpustakaan-perpustakaan nasional dan daerah serta dalam bentuk digital yang mudah diakses. Semoga bisa menjadi sumber pengetahuan untuk masyarakat", ucap Sandiaga. 

Program kolaborasi ini adalah bagian dari program Collaboration XZ yang diselenggarakan PT HM SAMPOERNA bekerjasama dengan Yayasan BEDO (Business & Export Development Organization). 

Proses dokumentasi berlangsung selama 6 bulan. Pendokumentasian ini dimaksudkan untuk melindungi, melestarikan dan mengembangkan batik tulis Lasem sebagai karya cipta dan produk kebudayaan masyarakat daerah, serta sebagai penggerak ekonomi masyarakat di daerah



Sumber : sindonews.com